Skip to content

Teori Lingkar Kesunyian

2010 April 27

Tulisan ini adalah artikel keempat dari seri artikel Teori Komunikasi dan Media Massa.

Anda dapat membaca 3 tulisan sebelumnya;

Teori Jarum Suntik atau Hypodermic Needle

Teori Kepala Batu atau Obstinate Audience

Teori Kegunaan dan Kepuasan atau Uses and Gratification

lingkar keheningan Teori Lingkar KesunyianThe Spiral of Silence

Teori Lingkar kesunyian atau The Spiral of silence dikemukakan pertama kali oleh Elizabeth Noelle Neumann, seorang mantan jurnalis yang kemudian menjadi profesor emeritus pada salah satu Institut Publisistik di Jerman. Teori Neumann banyak berkaitan dengan kekuatan media yang bisa membentuk opini publik. Satu hal yang menarik adalah selain opini publik yang mayoritas, ada opini yang tersembunyi atau bersifat laten. Opini yang bersifat laten ini berkembang di tingkat bawah yang tersembunyi karena tidak sejalan dengan opini publik mayoritas yang bersifat manifes (nyata di permukaan).

Opini publik yang tersembunyi di sebut opini yang berada dalam lingkar keheningan atau The Spiral of Silence.

Menurut beberapa pengamat, Neumann merumuskan teori ini tidak lepas dari pengalamannya sebagai mantan wartawan di zaman Nazi Jerman, di mana Hitler sangat membenci orang Yahudi sehingga timbul pendapat laten yang tersembunyi di tingkat bawah karena diburu oleh rasa ketakutan.

Mengenai hal ini banyak hal yang bisa kita jadikan contoh, ketika pemerintahan Soeharto berlangsung, terutama dekade menjelang kejatuhannya opini publik yang negatif berkembang di tingkat bawah, tetapi opini ini tidak bisa terangkat karena bertentangan dengan opini mayoritas yang ada di masyarakat. Akibatnya muncul banyak humor politik di kalangan masyarakat, misalnya; istilah Toshiba diplesetkan menjadi Tommy, Sigit, dan Bambang, Harmoko diartikan sebagai Hari-hari omong kosong, dan sebagainya. Bahaya opini publik yang di bayang-bayangi oleh fenomena lingkar keheningan seperti ini bisa menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meletus dan mengakibatkan chaos. Gerakan reformasi tahun 1998 adalah contoh klimaks dari fenomena lingkar keheningan ini. Lalu bagaimana dengan saat ini? Keberadaan kerbau Si BuYa mungkin salah satu ekspresi dari fenomena yang dijelaskan teori ini.

pixel Teori Lingkar KesunyianTags: Teori Lingkar kesunyian, teori spiral of silence, teori spiral keheningan, pengertian jarum suntik, teori spiral kesunyian, teori keheningan, teori the spiral of silence, contoh teori spiral of silence, contoh teori spiral keheningan, spiral of silence, contoh teori jarum suntik, contoh teori lingkar kesunyian, pengertian teori spiral keheningan, pengertian teori spiral of silence, pengertian teori spiral kesunyian, contoh opini publik, contoh spiral of silence dalam politik indonesia, Teori spiral, the spiral of silence theory menurut elisabeth, spiral pengertian dan contohnya, wacana tentang teori spiral of silent, spiral of silence theory, spiral of silence teori, spiral of silence oleh neumann, Spiral of Silence Theory beserta contohnya

Related articles

2 Responses leave one →
  1. April 30, 2010

    Sampai zaman sekarang masih banyak didapati fenomena ini, Lingkar kesunyian. Hanya saja sudah dikemas sangat rapi.

    • achmad sulfikar permalink*
      April 30, 2010

      dalam setiap masyarakat hal ini selalu ada, cuma masalah kuantitas saja. apakah cukup siginfikan untuk merubah tatanan yang ada itu sifatnya relatif. dalam urusan politik biasanya ini dikelola oleh kubu oposisi untuk menggoyang rezim yg sedang berkuasa.

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

CommentLuv badge