Skip to content

Teori Kepala Batu atau Obstinate Audience

2010 January 28
by achmad sulfikar

Artikel ini merupakan bagian kedua dari enam (6) bagian artikel singkat tentang media massa dilihat dari perspektif teori-teori komunikasi. Artikel sebelumnya telah saya jelaskan tentang Teori Jarum Suntik atau Hypodermic Needle Theory.

kepala batu 200x300 Teori Kepala Batu atau Obstinate AudienceTeori Kepala Batu atau Obstinate Audience

Teori ini dilandasi pemahaman psikologi bahwa dalam diri individu, ada kemampuan untuk menyeleksi apa saja yang berasal dari luar dan tidak direspon begitu saja. Teori kepala batu menolak teori jarum suntik atau teori peluru dengan alasan jika suatu informasi ditembakkan dari media, mengapa khalayak tidak berusaha berlindung untuk menghindari tembakan informasi itu?
Masyarakat atau khalayak memiliki hak untuk memilah informasi yang mereka perlukan dan informasi yang mereka tidak perlukan. Kemampuan untuk menyeleksi informasi terdapat pada khalayak menurut perbedaan individu, persepsi, dan latar belakang sosial budaya.
Perbedaan individu bahwa anak-anak cenderung lebih senang menonton film kartun sementara perempuan lebih senang menonton sinetron atau berita gosip. Perbedaan persepsi diakibatkan oleh pengalaman individu, misalnya usia dan faktor-faktor psikologis untuk menentukan jenis bacaan dalam surat kabar maupun jenis tayangan dalam televisi. Perbedaan sosial budaya dapat dilihat dari segi;
1. Pendidikan,
2. Ekonomi,
3. Etnis,
4. Agama,
5. dan Kedudukan dalam masyarakat.
Orang yang berpendidikan cenderung lebih senang membaca surat kabar yang memiliki banyak ulasan, demikian juga halnya menonton televisi lebih senang pada acara siaran berita atau hiburan.

Selanjutnya … Teori Kegunaan dan Kepuasan atau Uses and Gratification Theory.

Related Posts with Thumbnails

Related articles

Keywords
2 Responses leave one →
  1. February 1, 2010

    waktu kecil saya sempet mikir, ngapain sih orang gede suka baca koran atau nonton TV. kan enakan nonton film kartun. Ternyata sekarang malah saya yg baca koran n ganti channel TV ke berita :D

  2. achmad sulfikar permalink*
    February 3, 2010

    wah, sekarang sy kebalik mas, membaca dan menonton berita hanya membuat marah, dan kesal…menghabiskan energi positif saja.. lebih baik nonton kartun memang :)

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS