<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sulfikar&#039;s blog &#187; teori</title>
	<atom:link href="http://sulfikar.com/tag/teori/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sulfikar.com</link>
	<description>Learn to know, write to share!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 17:32:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Teori Ekologi Media 2</title>
		<link>http://sulfikar.com/teori-ekologi-media-2.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/teori-ekologi-media-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 17:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[Wisnu Nugroho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai kelanjutan dari gagasan sebelumnya mengenai teori ekologi media, McLuhan mengembangkan lebih jauh pemikirannnya dalam menjelaskan efek teknologi terhadap masyarakat dengan mengajukan gagasan yang disebutnya hukum media (media laws). Pengembangan teori ini menghasilkan efek lingkaran media, yaitu teknologi baru memengaruhi cara orang berkomunikasi, cara orang berkomunikasi membawa perubahan pada masyarakat, dan perubahan masyarakat menyebabkan munculnya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/teori-ekologi-media-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Ekologi Media 1</title>
		<link>http://sulfikar.com/teori-ekologi-media-1.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/teori-ekologi-media-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 06:49:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[Wisnu Nugroho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=1107</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran teknologi tidak dipungkiri memberikan pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Sadar atau tidak, manusia menjadi tergantung kepada teknologi. Pengaruh teknologi dalam kehidupan manusia menarik perhatian Marshall McLuhan, khususnya teknologi komunikasi. Menurutnya manusia memiliki hubungan simbolik dengan teknologi dan teknologi pada gilirannya menciptakan kembali siapa diri kita (McLuhan, 2006:354). Menurut McLuhan, teknologi media telah menciptakan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/teori-ekologi-media-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara mudah menyusun skripsi</title>
		<link>http://sulfikar.com/cara-mudah-menyusun-skripsi.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/cara-mudah-menyusun-skripsi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 18:11:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[feature]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Skripsi. Skripsi dalam bahasa inggris di sebut essay/thesis, these (jerman), thèse de (perancis), tráchtas (irlandia), mau lebih banyak lagi? pake google translate . Skripsi bagi sebagian mahasiswa merupakan momok yang menakutkan, dianggap menjadi penghambat dan penunda selesainya proses studi mahasiswa S1. Kesan sulit, ribet, dan memerlukan konsentrasi penuh untuk mengerjakannya menjadikan sebagian mahasiswa tadi melihat [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/cara-mudah-menyusun-skripsi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah Manajemen Pers; Privatisasi Media</title>
		<link>http://sulfikar.com/kuliah-manajemen-pers-privatisasi-media.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/kuliah-manajemen-pers-privatisasi-media.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 02:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah manajemen pers]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Privatisasi Media]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[Privatisasi Media. Privatisasi sebagai proses pengalihan pada level produksi pengelolaan media  dari sektor publik ke sektor swasta dan pada level konsumsi penerima media ditempatkan sebagai konsumen; Bentuk privatisasi media: denasionalisasi, liberalisasi, komersialisasi, regulasi. Denasionalisasi  penjualan saham perusahaan negara kepada pemodal swasta Liberalisasi  memperkenalkan kompetisi ke dalam pasar yang tadinya dilayani oleh sebuah perusahaan (monopoli), misal: [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/kuliah-manajemen-pers-privatisasi-media.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah Praktik Penulisan Artikel dan Feature 4 ; Jenis Feature</title>
		<link>http://sulfikar.com/kuliah-praktik-penulisan-artikel-dan-feature-4-jenis-feature.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/kuliah-praktik-penulisan-artikel-dan-feature-4-jenis-feature.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 02:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[feature]]></category>
		<category><![CDATA[Keruntuhan Khilafah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah praktik penulisan artikel]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Science Feature]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=977</guid>
		<description><![CDATA[Feature human interest (human interest feature), ialah feature yang langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya. Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka menjadi dai di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan kejengkelan. Feature [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/kuliah-praktik-penulisan-artikel-dan-feature-4-jenis-feature.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampanye sebagai Kegiatan Penyebaran Pesan</title>
		<link>http://sulfikar.com/kampanye-sebagai-kegiatan-penyebaran-pesan.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/kampanye-sebagai-kegiatan-penyebaran-pesan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 15:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gary Cronkhite]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[Wilbur Schramm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Komunikasi merupakan kunci segala aktivitas manusia. Tidak ada kegiatan yang bisa dilaksanakan tanpa keterlibatan komunikasi, terlebih bila kegiatan itu akan melibatkan orang lain. Istilah komunikasi (communication) berasal dari bahasa Latin yaitu communications yang bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antar dua orang atau lebih (Cangara, 2004:18). Ini berarti dengan komunikasi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/kampanye-sebagai-kegiatan-penyebaran-pesan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menguak rahasia pencitraan dengan Teori Dramaturgi</title>
		<link>http://sulfikar.com/menguak-rahasia-pencitraan-dengan-teori-dramaturgi.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/menguak-rahasia-pencitraan-dengan-teori-dramaturgi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 02:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[dramaturgi]]></category>
		<category><![CDATA[Erving Goffman]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Sosial Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi politik]]></category>
		<category><![CDATA[pencitraan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekatan Praktis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Dramaturgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=921</guid>
		<description><![CDATA[Pencitraan politik yang dilakukan Presiden SBY ternyata tidak lagi menjadi senjata pamungkas dalam meraih simpati rakyat. Hasil survey LSI baru-baru ini menjadi salah satu pembuktian premis tersebut. Lalu apa sebenarnya pencitraan itu? dan bagaimana cara kerja pencitraan tersebut berlangsung? Salah satu yang bisa menjawab pertanyaan ini secara tepat dan ilmiah adalah dengan menggunakan Teori Dramaturgi. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/menguak-rahasia-pencitraan-dengan-teori-dramaturgi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interaksionisme Simbolik ala Herbert Mead</title>
		<link>http://sulfikar.com/interaksionisme-simbolik-ala-herbert-mead.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/interaksionisme-simbolik-ala-herbert-mead.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 03:38:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[George Herbert Mead]]></category>
		<category><![CDATA[Human Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Sosial Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[interaksionisme simbolik]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekatan Praktis]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[teori komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Sosiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisnu Nugroho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=905</guid>
		<description><![CDATA[Titik tolak pemikiran interaksi simbolik berasumsi bahwa realitas sosial sebagai proses dan bukan sesuatu yang bersifat statis. Dalam hal ini masyarakat dipandang sebagai sebuah interaksi simbolik bagi individu-individu yang ada didalamnya. Pada hakikatnya tiap manusia bukanlah “barang jadi” melainkan barang yang “akan jadi” karena itu teori interaksi simbolik membahas pula konsep mengenai “diri” (self) yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/interaksionisme-simbolik-ala-herbert-mead.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Ruang Publik 3: Kritik terhadap Habermas</title>
		<link>http://sulfikar.com/teori-ruang-publik-3-kritik-terhadap-habermas.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/teori-ruang-publik-3-kritik-terhadap-habermas.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 06:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[habermas]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Ruang Publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=660</guid>
		<description><![CDATA[Dalam magnum opusnya, The Theory of Communicative Action (1981), Habermas mengeritik proses modernisasi sepihak, yang dipimpin oleh kekuatan-kekuatan rasionalisasi ekonomi dan administratif. Habermas memandang, intervensi yang semakin meningkat dari sistem formal terhadap kehidupan kita sehari-hari, itu sejalan dengan pertumbuhan negara kesejahteraan, kapitalisme korporat, dan budaya konsumsi massa. Kecenderungan yang semakin kuat ini telah memberi pembenaran [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/teori-ruang-publik-3-kritik-terhadap-habermas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Ruang Publik 2: Media dan Ranah Publik</title>
		<link>http://sulfikar.com/teori-ruang-publik-2-media-dan-ranah-publik.html</link>
		<comments>http://sulfikar.com/teori-ruang-publik-2-media-dan-ranah-publik.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 03:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[habermas]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Ranah Publik]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Ruang Publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulfikar.com/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bukunya, Transformasi Struktural Ranah Publik, Habermas mengembangkan konsepnya yang berpengaruh, tentang ranah publik. Karya Habermas ini sangat kaya dan memberi dampak besar pada berbagai disiplin ilmu. Buku ini juga menerima berbagai kritik yang rinci, membuka wawasan, serta mendorong munculnya diskusi-diskusi yang sangat produktif, antara lain tentang demokrasi liberal, masyarakat sipil, kehidupan publik, dan perubahan-perubahan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulfikar.com/teori-ruang-publik-2-media-dan-ranah-publik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

