Presiden dan Kerbau
2010 February 5
You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “Presiden dan Kerbau”.
You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “Presiden dan Kerbau”.
mengena banget mas! hehe…
saya coba berpikir dari sudut pandang yang lain.
gimana ya kalau kita “kehilangan” sosok SBY?
Seperti ketika Gus Dur meninggal barulah kita “ngeh” akan jasa2nya.
ulasan juragan mengena banget. keep posting.
ada sebab ada akibat, memang korban dari semua ini tetap rakyat.
@ Andaka: Tiap orang dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihan, begitu juga pemimpin. Tapi pemimpin yang baik juga harus memahami hal ini sehingga dapat menerima kritik secara lebih terbuka. tentang Gus Dur, saya ingat kalimat bijak dari Khalil Gibran; “kita baru sadar akan arti seseorang saat dia meninggalkan kita”
ya tapi kalau demonya seperti itu namanya tdk sopan. kalau saya jd presiden wkt itu, sya juga pasti akn tdk nyaman, begitu pula bila Anda dalam posisi yang sama…
demo yg benar tuh gmn c?
gimana mas kalo saya saran bahwa dalam demo…..demo…..dan demo lagi sebaiknya dalam koridor tata cara ketimuran aja, bukankah kita ini punya toto kromo yang diwariskan nenek moyang kita, dan bukan menggunakan modelnya di negara seberang sono. Social Control tetap kita lakukan, tapi mbok ya kalo ngritik Pemerintah/SBY dengan model/cara2 yang bisa membuat orang luar negeri justru belajar sama kita, bukan dengan mencontoh model/cara2 yang sudah dilakukan orang seberang sejak puluhan tahun yang lalu. Model dan Tata Cara Demo juga perlu dilakukan PEMBAHARUAN ala Indonesia. OK.