Koruptor Mencuri Pencuri
Sudah nonton film Kite Runner? Film yang sangat menarik, yang menceritakan persahabatan antara dua anak manusia yang berbeda suku di Afganistan.
Tapi saya bukan akan membahas tentang film ini. Saya tertarik untuk mengulas satu dialog yang menurut saya sangat menarik di film ini. Dalam dialog tersebut seorang ayah menjelaskan kepada anaknya bahwa agama terlalu banyak mengajarkan macam-macam dosa yang tidak boleh dilakukan oleh manusia, padahal hanya ada satu dosa yang didunia ini; dosa itu adalah Mencuri. Lho, kok mencuri? Lalu dosa yang lainnya apa? Bagaimana dengan membunuh? memperkosa? atau berbohong? apakah itu bukan dosa? “Tetap saja itu mencuri” kata sang Ayah yang bijak itu.
Dengan membunuh kita telah mencuri kesempatan orang lain untuk hidup, menikmati hidup, dan kesempatan untuk menjalani takdir baik maupun takdir buruknya. Memperkosa sama artinya mencuri kehormatan orang lain, kesucian yang dijaga dan menjadi kebanggaan. Berbohong juga mencuri, mencuri hak orang lain untuk mendapatkan informasi yang benar.
Patut direnungkan bahwa pesan yang disampaikan lewat dialog itu cukup menyentil logika dan nurani kita. Betapa selama ini urusan dosa terlalu njlimet dibahas, diperdebatkan, kalau perlu diseminarkan segala. Lihatlah para pejabat-pejabat korup negara ini, sibuk membuka-buka peraturan dan undang-undang untuk mencari alasan pembenaran atas pencurian yang dilakukan dengan alasan ada “payung hukum”nya. Padahal dalam hati mereka yakin telah mencuri.
Para “koruptor yang terhormat” itu juga melakukan pencurian ganda. Maksudnya? Lihat saja, kalau orang mengambil sebuah semangka untuk melepas dahaga disebut pencuri, nenek minah yang mengambil tiga buah kakao seharga Rp.2000,- untuk dijual juga disebut pencuri. Apa itu salah? Tentu saja tidak. Tapi mengapa pengemplang uang negara sampai trilyunan rupiah disebut koruptor? Bupati yang merampok uang rakyat bermilyar-milyar disebut koruptor, bukannya pencuri.
Jadi selain mencuri uang rakyat, mereka juga telah mencuri istilah “pencuri” dari diri mereka. Para pejabat korup itu memang masih bisa tersenyum-senyum sambil melambaikan tangan meskipun telah menyandang status koruptor, tapi saya yakin mereka akan tertunduk malu juga kalau disebut “pencuri”.
wah..
saya juga sudah pernah baca buku The Kite Runner..
kalau dalam film alangkah lucunya (negeri ini).., koruptor inilah yang disebut dengan “pencuri berpendidikan”.. he he
Buku Kite Runner sudah pernah liat sih, cuma belum sempat (baca; belum minat) baca
. thank’s for visit bro!
Sob..
Boleh Tukar Link Kah ??
Ditunggu yah sob…
Link blog sudah sy pasang ces,
Oke Ces..
Sudah mi juga ku pasang link ta’..
Silahkan di cek..
Oke, sip!
wah, bener bener inspiratif and Profokatif nih….
makasih udah mampir brother!
mereka bukan mencuri tapi pencopet …