Skip to content

Teori Ekologi Media 2

2012 April 4
by achmad sulfikar

Sebagai kelanjutan dari gagasan sebelumnya mengenai teori ekologi media, McLuhan mengembangkan lebih jauh pemikirannnya dalam menjelaskan efek teknologi terhadap masyarakat dengan mengajukan gagasan yang disebutnya hukum media (media laws). Pengembangan teori ini menghasilkan efek lingkaran media, yaitu teknologi baru memengaruhi cara orang berkomunikasi, cara orang berkomunikasi membawa perubahan pada masyarakat, dan perubahan masyarakat menyebabkan munculnya teknologi baru (McLuhan dan McLuhan, 1988). McLuhan mengajukan konsep yang disebut Tetrad sebagai upaya untuk memahami hukum media yang terdiri atas empat hukum media, yaitu penguatan, ketertinggalan, penemuan, dan pembalikan;

  • Penguatan (enhancement). Hukum yang menyatakan bahwa media memperkuat masyarakat. Menurut McLuhan, internet memperkuat masyarakat dengan cara-cara:

-          Internet memiliki potensi untuk memperkuat sejumlah indra sekaligus termasuk penglihatan dan pendengaran.

-          Internet memberikan akses yang lebih luas terhadap informasi.

-          Internet dapat memperkuat pembagian kelas di masyarakat karena kelompok masyarakat kaya dan miskin dapat mengakses internet.

-          Internet memperkuat desentralisasi kekuasaan. Penguasa tidak menjadi satu-satunya pihak yang memiliki akses terhadap informasi.

  • Ketertinggalan (absolescence). Menyatakan bahwa media mampu menjadikan sesuatu hal menjadi tertinggal atau ketinggalan zaman dan tidak berguna.
  • Penemuan (retrieval). Hukum ketiga menyatakan bahwa media menemukan kembali dan menyimpan sesuatu yang dulu pernah hilang. Apa yang dulu dianggap sudah tidak berguna atau ketinggalan zaman, muncul kembali dan digunakan lagi.
  • Pembalikan (reversal). Menyatakan bahwa media akan menghasilkan atau menjadi sesuatu yang lain jika didesak hingga ke batas akhirnya. Pembalikan mengandung ciri-ciri atau karakteristik dari sistem mana dia berasal.

(Tulisan ini adalah bagian dari Tesis saya yang berjudul “Politik Pencitraan SBY; Analisis framing blog kompasiana Wisnu Nugroho tentang komunikasi politik Presiden SBY”)

Teori Ekologi Media 1

2012 March 12
by achmad sulfikar

Kehadiran teknologi tidak dipungkiri memberikan pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Sadar atau tidak, manusia menjadi tergantung kepada teknologi. Pengaruh teknologi dalam kehidupan manusia menarik perhatian Marshall McLuhan, khususnya teknologi komunikasi. Menurutnya manusia memiliki hubungan simbolik dengan teknologi dan teknologi pada gilirannya menciptakan kembali siapa diri kita (McLuhan, 2006:354).

medium message 300x251 Teori Ekologi Media 1Menurut McLuhan, teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat bergantung pada teknologi dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi. McLuhan melihat media berperan menciptakan dan mengelola budaya. Pemikiran McLuhan ini dinamakan teori mengenai ekologi media (media ecology), yang didefenisikan sebagai studi mengenai lingkungan media, gagasan bahwa teknologi dan teknik, mode informasi dan kode komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia (West, 2008:140).

McLuhan memandang penemuan teknologi sebagai hal yang sangat vital karena menjadi kepanjangan atau ekstensi dari kekuatan pengetahuan dan persepsi pikiran manusia. Pemikiran McLuhan melibatkan sejumlah disiplin ilmu dan menggunakan berbagai jenis teknologi, ia melihat adanya persimpangan (intersection) antara hubungan manusia dengan teknologi serta bagaimana teknologi tersebut memengaruhi persepsi dan pengertian manusia terhadap banyak hal. Media adalah esensi peradaban dan sejarah diarahkan oleh media yang mendominasi pada setiap zamannya. read more…

Analisis Framing dan Pembingkaian Media

2012 February 26
by achmad sulfikar

media framing Analisis Framing dan Pembingkaian MediaMedia bukan suatu saluran yang bebas dan bukan pula seperti yang digambarkan, memberitakan apa adanya dan sesuai dengan realitas, tidak heran jika setiap hari kita banyak menyaksikan peristiwa yang sama namun disampaikan dengan cara berbeda oleh media. Ada peristiwa yang diberitakan oleh sebuah media tetapi tidak diberitakan oleh media yang lain. Ada yang menganggap penting suatu peristiwa untuk diberitakan, tetapi media yang lain melihatnya tidak begitu penting. Subjektifitas media tergambarkan dari adanya sebuah peristiwa yang dimaknai secara berbeda dengan wawancara dan orang yang berbeda dengan perspektif yang berbeda oleh media (Eriyanto, 2002:2).

Analisis Framing adalah salah satu metode dalam analisis media, seperti halnya analisis isi dan analisis semiotik. Framing secara sederhana adalah membingkai sebuah peristiwa. Analisis framing digunakan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita (Sobur, 2001:162). Cara pandang dan perspektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagian mana yang ditonjolkan dan dihilangkan serta hendak mengarah kemana akhirnya pemberitaan tersebut. Framing merupakan teknik penyajian realitas di mana kebenaran tentang suatu peristiwa tidak secara total diingkari tetapi secara halus dibelokkan dengan memberikan perhatian khusus terhadap aspek-aspek tertentu dengan menggunakan istilah-istilah yang memiliki konotasi tertentu, dan dengan bantuan foto, karikatur, tabel, dan alat ilustrasi lainnya (Sudibyo, 2001:186). read more…

Free WordPress Theme
WordPress Themes